Desain untuk Lansia: Tantangan dan Best Practices

Pernah tidak merasa kesulitan saat menggunakan aplikasi karena tulisannya kecil, tombolnya terlalu berdekatan, atau menunya membingungkan? Bagi sebagian orang mungkin hal ini masih bisa diatasi, tetapi bagi lansia, kondisi seperti ini bisa menjadi masalah yang cukup serius. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, banyak aplikasi dan sistem digital yang belum dirancang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan orang lanjut usia. Akibatnya, lansia sering merasa kesulitan bahkan tertinggal dalam memanfaatkan teknologi. Padahal, membuat desain yang ramah untuk lansia bukan hanya soal peduli, tetapi juga penting agar teknologi bisa digunakan dengan nyaman dan bermanfaat bagi semua orang.

Mengapa Desain untuk Lansia itu sangat Penting?

Populasi lansia akan terus meningkat seiring bertambahnya sering waktu. Lansia kini tidak hanya menggunakan teknologi untuk hiburan, tetapi juga untuk layanan penting seperti kesehatan, perbankan, dan komunikasi keluarga.

Dalam konteks Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), desain yang tidak memperhatikan kebutuhan lansia dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti lansia sering salah menggunakan aplikasi, merasa bingung dan mudah frustrasi, hingga akhirnya enggan menggunakan teknologi. Selain itu, mereka bisa menjadi terlalu bergantung pada bantuan orang lain karena kesulitan menjalankan aplikasi atau perangkat digital secara mandiri seperti:

    1.      Kesulitan memahami antarmuka
Lansia sering mengalami kebingungan karena tampilan yang terlalu kompleks atau penggunaan istilah teknis yang tidak familiar.

 

    2.      risiko kesalahan yang berdampak serius
Kesalahan kecil, seperti salah menekan tombol, bisa berakibat fatal, misalnya dalam aplikasi perbankan atau layanan kesehatan.

 

   3.      Akses informasi menjadi terbatas
Desain yang tidak ramah lansia dapat menghambat mereka dalam memperoleh informasi penting atau layanan digital.

Apa Tantangan bagi seorang Lansia dalam Menggunakan Teknologi Digital?

  1. Kurangnya pendampingan dan panduan
    Tidak semua lansia memiliki orang yang bisa membantu atau mengajarkan penggunaan teknologi.
  2. Sulit memahami menu dan fitur yang rumit
    Terlalu banyak menu, ikon, atau istilah asing membuat lansia cepat bingung.
  3. penglihatan mulai berkurang
    Tulisan yang kecil, warna yang kurang jelas, dan kontras yang rendah membuat lansia sulit membaca informasi di layar.

Apa yang harus di lakukan disainer masa depan untuk mempermudah lansia dalam menggunakan teknologi

1.      Menyediakan panduan penggunaan yang sederhana
Aplikasi sebaiknya memiliki petunjuk dengan bahasa yang jelas, langkah singkat, dan dilengkapi gambar atau ikon yang mudah dipahami.

 

2.      Menyederhanakan tampilan menu
Gunakan menu yang tidak terlalu banyak dan hanya menampilkan fitur-fitur yang benar-benar penting dan Hindari istilah teknis atau bahasa asing, gunakan kata-kata sederhana yang sering digunakan sehari-hari

 

3.      Menyediakan fitur pengaturan ukuran teks
Pengguna dapat memperbesar atau memperkecil tulisan sesuai dengan kebutuhan mereka

 Desain Antarmuka untuk Lansia

 1.  Tombol Mudah Ditekan

Buat tombol cukup besar, beri jarak antar tombol.

Beri tanda atau perubahan warna saat ditekan.

 

 2. Instruksi yang Mudah Dimengerti

Gunakan bahasa sederhana.

Sediakan petunjuk atau bantuan langsung di layar.

 

 3. Navigasi Sederhana

Menu harus jelas dan konsisten.

Langkah untuk mencapai fitur utama sedikit dan mudah diingat

 

 4. Huruf Besar & Kontras Jelas

Gunakan teks besar dan mudah dibaca.

Warna teks dan latar belakang harus kontras tinggi.

 

 

 

    Kesimpulan

     Desain untuk lansia bukan sekadar penyesuaian teknis, tetapi wujud empati dalam teknologi. Dengan              memahami keterbatasan visual, motorik, dan kognitif lansia, desainer dapat menciptakan antarmuka yang lebih manusiawi dan inklusif. Pembelajaran ini menjadi bagian penting dalam mata kuliah IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, agar calon pengembang sistem mampu merancang teknologi yang benar-benar bermanfaat bagi semua (www.umri.ac.id).

 

Referensi

Wibowo, Kresno Ario Tri, and Agus Suryo Murtopo. "Optimalisasi Desain UI/UX untuk Meningkatkan Aksesibilitas Teknologi Digital bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas." Jurnal Riset Sistem dan Teknologi Informasi 3.1 (2025): 51-66.

Rogers, Y., Sharp, H., & Preece, J. (2011). Interaction Design

W3C. Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.1