Hick’s Law dalam Aplikasi Gojek: Terlalu Banyak Pilihan Bisa Membingungkan
Hick’s Law dalam Aplikasi Gojek: Terlalu Banyak Pilihan Bisa Membingungkan
Nama: Didi Irwansa (240401048)
Program Studi: Teknik Informatika
Universitas: Universitas Muhammadiyah Riau
Lead / Hook
Pernahkah Anda membuka aplikasi Gojek dan langsung tahu layanan apa yang ingin digunakan tanpa harus berpikir lama? Pengalaman ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari desain antarmuka yang memperhatikan cara manusia berpikir dan mengambil keputusan.
Pendahuluan
Dalam era digital, kemudahan penggunaan aplikasi menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman pengguna yang baik. Aplikasi dengan banyak fitur justru berisiko membuat pengguna bingung jika tidak dirancang dengan tepat. Oleh karena itu, desain antarmuka harus mempertimbangkan kemampuan kognitif manusia.
Dalam mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau, mahasiswa mempelajari berbagai prinsip desain yang berfokus pada pengguna. Salah satu prinsip tersebut adalah Hick’s Law, yaitu hukum yang menjelaskan hubungan antara jumlah pilihan dan waktu pengambilan keputusan pengguna. Artikel ini membahas penerapan Hick’s Law pada aplikasi Gojek sebagai contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan
1. Pengertian Hick’s Law
Hick’s Law adalah prinsip dalam IMK yang menyatakan bahwa semakin banyak pilihan yang tersedia, semakin lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengambil keputusan. Ketika pengguna dihadapkan pada terlalu banyak opsi sekaligus, beban kognitif akan meningkat sehingga proses memilih menjadi lebih lambat dan membingungkan.
Prinsip ini sangat penting dalam desain aplikasi agar pengguna dapat berinteraksi dengan sistem secara cepat dan nyaman.
2. Tantangan Aplikasi dengan Banyak Layanan
Gojek merupakan contoh aplikasi super-app yang menyediakan berbagai layanan, seperti transportasi, pemesanan makanan, pengiriman barang, hingga pembayaran digital. Banyaknya layanan tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan jika seluruh pilihan ditampilkan sekaligus dalam satu layar.
Tanpa penerapan Hick’s Law, pengguna akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menentukan pilihan dan berisiko merasa tidak nyaman saat menggunakan aplikasi.
3. Strategi Desain Gojek Berdasarkan Hick’s Law
Untuk mengatasi masalah tersebut, Gojek menerapkan beberapa strategi desain, seperti membatasi jumlah pilihan pada halaman utama, mengelompokkan layanan tambahan, serta menyusun alur pemesanan secara bertahap. Strategi ini membantu pengguna fokus pada satu keputusan dalam satu waktu.
Contoh Praktis Penerapan Hick’s Law pada Aplikasi Gojek
Contoh 1: Tampilan Layanan Utama
Pada halaman utama aplikasi Gojek, hanya ditampilkan layanan yang paling sering digunakan, seperti GoRide, GoCar, GoFood, dan GoSend. Hal ini memudahkan pengguna memilih layanan tanpa harus melihat terlalu banyak opsi.

Contoh 2: Menu “Lainnya”
Layanan tambahan seperti GoMart, GoPulsa, dan GoTix disimpan dalam menu “Lainnya”. Dengan cara ini, pengguna hanya melihat opsi tambahan ketika benar-benar membutuhkannya, sehingga beban kognitif dapat dikurangi.

Contoh 3: Proses Pemesanan Bertahap
Dalam pemesanan layanan seperti GoRide atau GoCar, Gojek mengarahkan pengguna melalui beberapa langkah, mulai dari menentukan lokasi jemput, tujuan, hingga metode pembayaran. Proses bertahap ini membuat pengguna tidak merasa kewalahan.
Tips Aplikatif Menerapkan Hick’s Law
Beberapa tips yang dapat diterapkan dalam desain aplikasi berdasarkan Hick’s Law antara lain:
- Membatasi jumlah pilihan dalam satu tampilan
- Mengelompokkan menu berdasarkan fungsi
- Menampilkan opsi tambahan hanya saat diperlukan
- Menggunakan alur interaksi bertahap
Tips ini sangat berguna bagi mahasiswa dan pengembang aplikasi dalam merancang sistem yang ramah pengguna.
Kesimpulan
Hick’s Law menunjukkan bahwa terlalu banyak pilihan dapat memperlambat proses pengambilan keputusan dan membingungkan pengguna. Aplikasi Gojek menjadi contoh nyata bagaimana penerapan prinsip ini dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi penggunaan aplikasi.
Dengan memahami Hick’s Law, desainer dan pengembang dapat menciptakan antarmuka yang lebih sederhana, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Branding UMRI
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer pada Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Universitas Muhammadiyah Riau, kunjungi:
👉 https://www.umri.ac.id