Cara Mudah Mahasiswa TI Mengungkap Masalah Usability

Pernah nggak sih, kamu bikin antarmuka aplikasi yang kelihatan rapi dan aman-aman aja, tapi pas temen coba, malah muncul pertanyaan kayak "Ini mulai dari mana ya?", "Tombol utamanya yang mana nih?", atau "Ini udah berhasil apa belum?". Hal-hal kayak gini sering banget dialami mahasiswa Teknik Informatika. Biasanya, fokusnya lebih ke logika program, fitur yang jalan tanpa error, dan kode yang efisien. Sayangnya, pengalaman pengguna sering kali baru dipikirkan belakangan atau bahkan luput sama sekali.
Nah, di sinilah heuristic evaluation muncul sebagai pendekatan simpel tapi ampuh buat bantu mahasiswa TI menemukan masalah usability dari awal, bahkan sebelum aplikasi diuji sama pengguna asli.

Apa Sih Heuristic Evaluation Itu?

Heuristic evaluation adalah metode evaluasi usability di mana beberapa evaluator menilai antarmuka sistem berdasarkan prinsip-prinsip umum yang disebut heuristik. Heuristik ini kayak "aturan main" buat cek apakah antarmuka udah jelas, konsisten, dan gampang dipakai pengguna.
Evaluatornya biasanya bukan pengguna akhir biasa, tapi orang yang punya pemahaman dasar soal desain antarmuka dan usability, misalnya mahasiswa yang udah belajar mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer. Cara kerjanya, mereka jelajahi antarmuka, jalankan tugas-tugas tertentu, lalu catat masalah yang ketemu beserta heuristik yang dilanggar.
Dibanding usability testing yang butuh banyak pengguna, waktu, dan biaya lebih besar, heuristic evaluation lebih cepat dan hemat. Cocok banget buat tahap awal pengembangan, kayak saat prototype UI baru selesai. Bagi mahasiswa TI, ini jadi jembatan penting antara teori Interaksi Manusia dan Komputer dengan praktik di project kuliah.

Kenapa Mahasiswa TI Harus Peduli?

Banyak mahasiswa Teknik Informatika suka nilai keberhasilan aplikasi dari sisi teknis: fitur jalan, nggak ada bug, program nggak crash. Padahal, aplikasi yang bebas bug aja bisa bikin kesel kalau navigasinya bingung atau feedback sistemnya kurang.
Heuristic evaluation bantu mahasiswa latihan lihat antarmuka dari sudut pandang pengguna, bukan cuma dari pembuat sistem. Dengan rutin pakai ini, mahasiswa bisa biasa cek aspek usability di setiap project.
Kemampuan kenali dan perbaiki masalah usability juga jadi nilai tambah penting buat dunia kerja nanti, entah sebagai developer, UI/UX designer, atau QA. Di konteks kuliah, khususnya mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau, heuristic evaluation relevan banget buat latih kepekaan mahasiswa terhadap kualitas pengalaman pengguna.
Contoh simpelnya, banyak mahasiswa pernah bingung pake sistem informasi akademik atau LMS kampus: menu penting susah dicari, notifikasi nggak jelas, atau proses upload tugas yang ribet. Masalah-masalah kayak gini sebenarnya bisa dideteksi awal dengan heuristic evaluation.

Mengenal Heuristik Nielsen dengan Contoh Mudah
Jakob Nielsen bikin sepuluh heuristik usability, tapi berikut lima yang paling sering muncul di evaluasi antarmuka mahasiswa:

1.     Visibility of system status
Sistem harus selalu kasih info jelas soal apa yang lagi terjadi.
Contoh: Saat mahasiswa upload tugas, sistem tampilkan progress bar atau indikator loading biar pengguna tahu proses lagi jalan.

2.     Match between system and the real world
Bahasa, istilah, dan ikonnya sebaiknya dekat sama konsep yang udah dikenal pengguna.
Contoh: Pakai ikon amplop buat pesan atau ikon keranjang buat belanja, bukan simbol abstrak yang bikin bingung.

3.     Error prevention
Desainnya sebaiknya cegah kesalahan sebelum terjadi, bukan cuma tampilkan pesan error setelahnya.
Contoh: Dialog konfirmasi sebelum hapus data penting atau validasi form sebelum tombol “Submit” bisa ditekan.

4.     Consistency and standards
Elemen antarmuka dengan fungsi sama harus tampil konsisten.
Contoh: Tombol “Simpan” selalu pakai warna dan posisi sama di setiap halaman.

5.     Help users recognize, diagnose, and recover from errors
Pesan error harus jelas, pakai bahasa mudah dipahami, dan kasih solusi.
Contoh: “Gagal upload karena ukuran file lebih dari 10 MB. Coba kompres file atau pilih yang lain.”
Di bagian ini, infografis “Heuristik Nielsen Versi Singkat” bisa bantu kuatkan pemahaman pembaca.

 

Langkah-Langkah Heuristic Evaluation buat Mahasiswa TI

1.     Tentukan tujuan dan skenario tugas
Putuskan proses apa yang mau diuji, misalnya login, daftar akun, atau upload tugas. Buat skenario simpel kayak “mahasiswa mau upload tugas sebelum deadline”.

2.     Siapkan antarmuka yang dievaluasi
Antarmukanya bisa prototype Figma, web app di localhost, atau app mobile dari project kuliah.

3.     Pilih evaluator
Idealnya 3–5 orang. Di kampus, bisa temen sekelas yang udah paham dasar usability.

4.     Lakukan evaluasi berdasarkan heuristik
Evaluator jalankan skenario tugas sambil catat masalah yang ketemu dan heuristik yang dilanggar.

5.     Kelompokkan masalah dan prioritaskan
Gabung semua temuan, lalu beri tingkat keparahan kayak minor, sedang, serius, atau kritis. Fokus perbaikan ke masalah yang paling ganggu tugas utama pengguna.
Infografis “5 Langkah Heuristic Evaluation untuk Mahasiswa TI” pas banget di sini.


Heuristic evaluation adalah metode simpel tapi kuat buat mahasiswa Teknik Informatika menemukan masalah usability dari tahap awal pengembangan. Dengan paham heuristik dasar dan pakai langkah evaluasi yang terstruktur, antarmuka yang dibuat nggak cuma jalan secara teknis, tapi juga nyaman dan gampang dipakai.
Pendekatan ini cocok banget sama materi mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau, dan relevan buat bekali mahasiswa hadapi tantangan dunia kerja. Lewat artikel ini, semoga mahasiswa mulai biasa evaluasi desain antarmuka sebelum aplikasi dipakai pengguna.
Buat info lebih lanjut soal program studi dan kegiatan akademik lainnya, kunjungi www.umri.ac.id.

 

Referensi

Habib, Sulthan, Tengku Khairil Ahsyar, M Afdal, and Febi Nur Salisah. 2023. “Enhancing Website Usability by Utilizing Heuristic Evaluation and User Feedback for Better User Experience” 4 (4): 1093–1101. https://doi.org/10.47065/josh.v4i4.3706.

Molich, Rolf, and Dk- Ballerup. 1990. “HEURISTIC EVALUATION,” no. April, 249–56