Gulf of Execution dan Gulf of Evaluation: Mengapa Kita Sering Frustrasi dengan Teknologi

Pernahkah Anda merasa kesal saat menggunakan aplikasi yang seharusnya “memudahkan”, tetapi justru membingungkan? Tombol ada, namun tidak jelas fungsinya. Informasi muncul, tetapi sulit dipahami. Frustrasi ini bukan kesalahan pengguna—melainkan masalah dalam desain interaksi.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia semakin bergantung pada teknologi digital. Namun, tidak semua teknologi dirancang dengan mempertimbangkan cara manusia berpikir dan bertindak. Pada mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), kita mempelajari dua konsep penting yang menjelaskan masalah ini, yaitu Gulf of Execution dan Gulf of Evaluation. Kedua konsep ini membantu kita memahami mengapa interaksi dengan teknologi sering terasa tidak intuitif.

 

Apa Itu Gulf of Execution?

Gulf of Execution adalah kesenjangan antara tujuan pengguna dan aksi yang dapat dilakukan pada sistem.


Gambar 1 1

Artinya, pengguna tahu apa yang ingin dilakukan, tetapi:

  1. Tidak tahu tombol mana yang harus ditekan
  2. Tidak memahami langkah yang harus dilakukan
  3. Antarmuka tidak memberikan petunjuk yang jelas

Contoh 1:
Pada aplikasi mobile banking, pengguna ingin mentransfer uang. Namun, menu “Transfer” tersembunyi di dalam submenu yang tidak jelas. Akibatnya, pengguna bingung harus memulai dari mana.

Apa Itu Gulf of Evaluation?

Gulf of Evaluation adalah kesenjangan antara hasil yang ditampilkan sistem dan pemahaman pengguna terhadap hasil tersebut.

Pengguna sudah melakukan aksi, tetapi:

  1. Tidak yakin apakah tindakannya berhasil
  2. Informasi yang ditampilkan tidak jelas
  3. Sistem tidak memberikan feedback yang mudah dipahami


Gambar 1 2

Contoh 2:
Saat mengunggah tugas ke sistem e-learning, setelah menekan tombol “Submit”, tidak muncul konfirmasi yang jelas. Pengguna ragu apakah tugas sudah benar-benar terkirim atau belum.

Mengapa Gulf Ini Menyebabkan Frustrasi?

Ketika kedua gulf ini terjadi, pengguna akan:

  1. Merasa bodoh atau gagal menggunakan teknologi
  2. Kehilangan kepercayaan pada aplikasi
  3. Enggan menggunakan sistem tersebut kembali

Dalam konteks pembelajaran IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, mahasiswa diajarkan bahwa kegagalan desain bukan pada pengguna, tetapi pada sistem yang tidak human-centered.

Peran IMK dalam Mengurangi Gulf

Interaksi Manusia dan Komputer berperan penting dalam:

  1. Mendesain antarmuka yang jelas dan intuitif
  2. Memberikan feedback langsung dan mudah dipahami
  3. Menyesuaikan sistem dengan cara berpikir manusia

Dengan memahami Gulf of Execution dan Gulf of Evaluation, pengembang dapat menciptakan produk digital yang lebih ramah pengguna dan efektif.

 

Frustrasi saat menggunakan teknologi bukanlah hal sepele. Konsep Gulf of Execution dan Gulf of Evaluation menjelaskan bahwa masalah utama sering terletak pada desain interaksi yang buruk. Oleh karena itu, pemahaman IMK sangat penting bagi mahasiswa informatika agar mampu menciptakan teknologi yang benar-benar membantu manusia.

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau https://www.umri.ac.id

Catatan Penggunaan  AI

Artikel ini disusun dengan bantuan AI sebagai alat pendukung dalam penyusunan struktur penulisan dan pengembangan ide, dengan tetap mengacu pada ketepatan materi, serta penyesuaian pemahaman penulis

Referensi

  1. Norman, D. A. (2013). The Design of Everyday Things. Basic Books.
  2. Preece, J., Rogers, Y., & Sharp, H. (2015). Interaction Design: Beyond Human-Computer Interaction. Wiley.