HICK'S LAW: MENGAPA TERLALU BANYAK PILIHAN BISA MENJADI MASALAH

Pernahkah Anda membuka sebuah aplikasi lalu berhenti beberapa detik karena bingung harus menekan menu yang mana? Kondisi ini sering dialami pengguna ketika dihadapkan pada terlalu banyak pilihan. Dalam ilmu Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), fenomena ini dijelaskan melalui Hick's Law, sebuah prinsip kognitif yang menjelaskan hubungan antara jumlah pilihan dan waktu pengambilan keputusan.

Pendahuluan

Hick's Law menyatakan bahwa semakin banyak pilihan yang tersedia, semakin lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengambil keputusan. Prinsip ini sangat relevan dalam desain antarmuka digital, terutama pada aplikasi dan website yang digunakan sehari-hari.

Dalam perkuliahan Interaksi Manusia dan Komputer di Universitas Muhammadiyah Riau, Hick’s Law dipelajari sebagai bagian dari faktor kognitif manusia. Pemahaman hukum ini membantu desainer dan pengembang sistem agar tidak membebani pengguna dengan pilihan yang berlebihan.

Hick's Law dan Beban Kognitif Pengguna

Secara kognitif, otak manusia memiliki keterbatasan dalam memproses informasi. Ketika pengguna dihadapkan pada terlalu banyak menu atau opsi, beban kognitif meningkat dan menyebabkan:

a)     Waktu berpikir lebih lama

b)    Keraguan dalam memilih

c)     Potensi kesalahan interaksi

Penelitian dalam Jurnal RESTI menunjukkan bahwa kompleksitas antarmuka dan banyaknya menu dapat menurunkan efisiensi penggunaan sistem karena meningkatnya beban kognitif pengguna.

Penerapan Hick's Law dalam Desain Interface

Hick's Law tidak berarti menghilangkan semua pilihan, melainkan mengatur dan menyederhanakannya. Beberapa strategi yang umum digunakan dalam desain interface antara lain:

a)     Pengelompokan menu berdasarkan fungsi

b)    Menampilkan pilihan secara bertahap (progressive disclosure)

c)     Menyediakan pilihan default yang paling sering digunakan

Pendekatan ini terbukti mampu mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan kenyamanan pengguna, sebagaimana dibahas dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK).

 

Contoh Praktis dalam Aplikasi Digital

1.     Aplikasi Mobile

Aplikasi dengan terlalu banyak ikon pada halaman utama sering membuat pengguna bingung. Desain yang lebih efektif biasanya hanya menampilkan fitur utama, sementara fitur lainnya disimpan dalam submenu.

2.     Website Layanan Akademik

Website akademik dengan menu yang tersusun rapi dan terstruktur membantu mahasiswa menemukan informasi lebih cepat dibandingkan website dengan menu panjang dan tidak terkelompok.

 

 

 

3.     Formulir Online

Formulir dengan banyak pilihan dalam satu halaman sering ditinggalkan pengguna. Penelitian di Jurnal Informatika Mulawarman menunjukkan bahwa form bertahap lebih mudah diselesaikan oleh pengguna.

Tips Aplikatif Menerapkan Hick's Law

Agar desain interface lebih ramah pengguna, beberapa tips berikut dapat diterapkan:

a)     Batasi pilihan utama pada satu layer

b)    Gunakan hierarki visual untuk menonjolkan opsi penting

c)     Sederhanakan bahasa menu dan label

d)    Lakukan pengujian usability dengan pengguna nyata

Kesimpulan

Hick's Law menegaskan bahwa terlalu banyak pilihan dapat menjadi hambatan dalam pengambilan keputusan. Dengan memahami keterbatasan kognitif pengguna, desainer dapat menciptakan interface yang lebih sederhana, cepat, dan nyaman digunakan.

Artikel ini ditulis oleh Rayhan Perdana Erga sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau. Informasi lebih lanjut tentang UMRI dapat diakses melalui situs resmi: https://www.umri.ac.id

 

Referensi

Hick, W. E. (1952). On the rate of gain of information. Quarterly Journal of Experimental Psychology, 4(1), 11–26.

Hidayat, R., & Prabowo, D. (2021). Evaluasi usability aplikasi menggunakan pendekatan HCI. Jurnal RESTI, 5(3).

Putra, A. R., et al. (2020). Analisis antarmuka pengguna berbasis faktor kognitif. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK).

Sari, M., & Nugroho, Y. (2019). Evaluasi usability website layanan akademik. Jurnal Informatika Mulawarman.

ISO 9241-210. (2010). Human-centred design for interactive systems.