Human Error dalam Desain Interaksi: Strategi Mengatasi Slips, Lapses, dan Mistakes
Pernahkah Anda salah menekan tombol atau lupa menyimpan progres pekerjaan saat menggunakan sebuah aplikasi? Dalam studi desain interaksi yang kami pelajari di Universitas Muhammadiyah Riau (www.umri.ac.id), fenomena ini dikenal sebagai human error. Memahami perbedaan mendasar antara slips, lapses, dan mistakes bukan sekadar teori, melainkan fondasi penting bagi desainer untuk menciptakan sistem yang lebih toleran dan ramah terhadap perilaku alami manusia.
Dalam disiplin ilmu Interaksi Manusia dan Komputer yang kami pelajari di Universitas Muhammadiyah Riau (www.umri.ac.id), kami memahami bahwa manusia secara alami tidak luput dari kesalahan. Fokus utama desain bukanlah menciptakan pengguna yang sempurna, melainkan menciptakan sistem yang mampu menoleransi kesalahan. Thesis statement artikel ini adalah bahwa dengan mengidentifikasi perbedaan antara slips, lapses, dan mistakes, desainer dapat membangun strategi mitigasi yang efektif untuk meningkatkan pengalaman pengguna (UX).
1. Human Error Dalam interaksi digital
Human error masih sering terjadi meskipun sistem dan teknologi terus berkembang. Hal ini disebabkan karena manusia tetap memegang peran penting dalam berbagai proses kerja, dan sifat dasar manusia yang bisa lelah, lupa, atau salah paham membuat kesalahan sulit dihindari.Human Error Adalah kesalahan input data atau bahkan hingga kesalahan memberikan informasi.bentuk human Error sangat beragam,yang paling sering kita temui contohnya Adalah salah kirim email yang berisi data pribadi pelanggan ke pihak eksternal.

gambar1. 1
2. Slips: Kesalahan Aksi yang Tidak Disengaja
Slip adalah kegagalan eksekusi dan sering dihubungkan dengan observasi yaitu kesalahan pada pengamatan.Slip terjadi Ketika si pengguna memiliki tujuan tertentu,tetapi tindakannya salah.hal tersebut disebabkan oleh kurangnya perhatian atau tata letak antar muka di aplikasi tersebut yang buruk, Seperti tombol dengan fungsi yang berbeda terletak dengan tombol yang ingin di pilih oleh pengguna.akibat kesalahan tersebut yang menyebabkan error.

gambar1. 2
3. Lapses dan Mistakes dalam Penggunaan Sistem
kesalahan akibat lupa, misalnya pengguna lupa menyimpan data sebelum keluar aplikasi. Sementara itu, mistakes terjadi karena pemahaman yang keliru terhadap sistem, seperti salah menafsirkan menu atau ikon. Kedua jenis kesalahan ini menunjukkan pentingnya desain yang jelas dan konsisten. Contoh umum lapses adalah pengguna lupa menyimpan dokumen sebelum menutup aplikasi, lupa mengisi kolom wajib pada formulir, atau lupa tahapan sebelumnya dalam proses transaksi online.

gambar1. 3
Kesimpulan
Memahami human error adalah langkah fundamental untuk bergeser dari desain yang sekadar "berfungsi" menuju desain yang benar-benar "manusiawi". Melalui identifikasi yang tepat, kita dapat menyimpulkan bahwa:
- Error sebagai Peluang: Kesalahan pengguna bukanlah kegagalan, melainkan sinyal bahwa sistem perlu diperbaiki agar lebih intuitif.
- Pencegahan vs. Solusi: Fokus utama untuk slips dan lapses adalah pencegahan melalui desain visual yang baik, sedangkan untuk mistakes adalah solusi melalui pesan error yang informatif.
- Toleransi Desain: Sistem yang baik adalah sistem yang "memaafkan" penggunanya dengan menyediakan fitur pembatalan (undo) dan konfirmasi.
REFERENSI
Sumber Gambar https://medium.com/@sriintansinaga5/safety-interaksi-manusia-komputer-cdd60a9fcebd
Santoso, Insap. (2009). Interaksi Manusia dan Komputer: Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Andi Offset
Sasmita, W. (2020). Interaksi Manusia dan Komputer. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.