MENDESAIN UNTUK HUMAN ERROR: MEMAHAMI SLIPS, LAPSES, DAN MISTAKES

Oleh: Luthfi Hadi Chandra

Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau

Apakah Anda Pernah secara tidak sengaja menekan tombol hapus Dan kehilangan data penting? Kesalahan kecil seperti ini sering terjadi bukan hanya karena pengguna ceroboh, melainkan karena sistem yang tidak dirancang untuk mengantisipasi kesalahan pengguna.

Dalam perkuliahan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) (www.umri.ac.id), kami mempelajari peran penting perancangan dalam mengantisipasi kesalahan pengguna (human error) yang sangat sering terjadi ketika berinteraksi dengan sistem atau perangkat yang digunakan sehari-hari.

PENDAHULUAN

Perkembangan zaman saat ini, sistem Dan perangkat teknologi sangat berkembang pesat, yang mengakibatkan manusia semakin sering berinteraksi dengan berbagai sistem berbasis komputer, dengan seiring meningkatnya intensitas interaksi tersebut, potensi terjadinya kesalahan pengguna (human error) juga semakin besar.

Artikel ini akan membahas pemahaman mengenai slips, lapses, Dan, mistakes dalam konteks Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK), serta bagaimana peran desain antarmuka dalam meminimalisirkan ketiga kesalahan tersebut, yang dimana sangat penting dijadikan sebagai landasan dalam merancang sistem yang lebih aman, intuitif, serta mampu menangani kesalahan pengguna secara efektif.

 

APA ITU KESALAHAN PENGGUNA

Kesalahan pengguna (human error) adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari di dalam suatu interaksi di sebuah sistem. Berdasarkan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK,) kondisi error tersebut secara umum dibagi ke dalam tiga jenis pemahaman, yaitu slips, lapses, dan mistakes. Mereka memiliki sifat yang sangat berbeda, tapi memiliki kemampuan yang akan menurunkan keamanan, efektivitas, serta keandalan sistem secara bersamaan. Oleh karena itu, desain antarmuka sangat penting untuk dijadikan sebagai landasan dalam merancang suatu sistem yang aman, intuitif dan mampu menangani kesalahan pengguna.1

 

APA ITU SLIPS, LAPSES, DAN MISTAKES?

Slips Adalah sebuah kesalahan akibat keinginan pengguna sudah benar, namun aksi tidak sejalan. Error yang terjadi umumnya disebabkan karena tidak mendapatkan perhatian, gangguan konsentrasi, maupun kesalahan desain antarmuka. Berdasarkan Interaksi Manusia dan Komputer, slips banyak terjadi karena desain antarmuka tidak mendukung, sehingga pengguna melakukan aksi yang tidak diinginkan meskipun memiliki keinginan penggunaan benar.2  

Contohnya kasusnya  seperti tombol yang terlalu berdekatan, atau tidak menemukan umpan balik yang jelas sehingga pengguna melakukan tindakan yang tidak diinginkan.

Gambar 1. Ilustrasi gambar dari Slips

Lapses Adalah kesalahan yang dihasilkan karena kegagalan ingatan menunjukkan kondisi dimana pengguna lupa melakukan langkah tertentu, namun memiliki pengetahuan tentang cara yang benar. lapses memiliki hubungan yang erat dengan keterbatasan memori yang dimiliki oleh manusia, yang sering dipengaruhi oleh faktor seperti kelelahan, tekanan waktu, atau beban kognitif yang tinggi. Untuk mendesain sebuah sistem interaktif yang memiliki kemampuan untuk meminimalkan resiko lapses, dapat dilakukan dengan cara menyediakan mekanisme penyimpanan otomatis.

Contohnya kasusnya seperti lupa menyimpan data, dan lupa logout akun

 

Gambar 2. Ilustrasi gambar kesalahan lapses.

Mistakes adalah kesalahan yang terjadi pada tahap kognitif, yaitu saat pengguna membentuk tujuan, memilih strategi, atau mengambil keputusan, bukan pada saat melakukan aksi fisik.3

Contohnya kasusnya seperti salah memahami fungsi sistem, salah dalam menafsirkan antarmuka

Gambar 3. Ilustrasi gambar mistakes

PERAN DESAIN ANTARMUKA DALAM MEMINIMALISIRKAN SLIPS, LAPSES, DAN MISTAKES

Peran Desain Antarmuka dalam meminimalisirkan slips

Desain antarmuka dalam meminimalisir terjadinya slips melalui penataan elemen visual yang jelas, konsisten, dan tidak membingungkan. Pemisahan tombol-tombol kritis, penggunaan label yang mudah dipahami, serta penyediaan mekanisme konfirmasi dan fitur pembatalan (undo) merupakan bentuk intervensi desain yang efektif untuk mencegah slips berkembang menjadi kesalahan yang berdampak serius.

Peran Desain Antarmuka dalam meminimalisirkan lapses

Desain antarmuka harus bisa bekerja sebagai bantuan kognitif yang mendukung keterbatasan manusia, memberikan pengingat, gambaran status yang jelas, pemberitahuan konteks, serta struktur kerja sistematis akan bisa membantu pengguna agar tidak melewatkan kondisi suatu sistem dan mengurangi kemungkinan terjadinya lapses. Dengan kemampuan itu, sistem tidak hanya bekerja sebagai alat, tetapi juga sebagai pendukung proses kognitif pengguna.

Peran Desain Antarmuka dalam meminimalisirkan mistakes

Desain antarmuka harus bisa menampilkan informasi yang eksplain, tidak duplikat, dan selaras dengan model kognitif pengguna. Penggunaan bahasa yang sederhana, feed-back yang informatif, serta petunjuk penggunaan yang kontekstual sangatlah dibutuhkan agar pengguna bisa membangun pemahaman yang tepat terhadap sistem dan menghindari keputusan yang salah.

 

PENUTUP

Dalam konteks Interaksi Manusia dan Komputer, kesalahan pengguna (human error), sangat penting untuk dijadikan landasan utama dalam mendesain sistem antarmuka yang baik untuk pengguna, dengan mengetahui ketiga kesalahan pengguna, kita mampu mengembangkan suatu sistem antarmuka yang baik, dan mampu meminimalisirkan kesalahan-kesalahan pengguna.

Saya Luthfi Hadi Chandra merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau.
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau (
www.umri.ac.id).

REFERENCE

Neirotti RA, Caneo LF. Reflections on Failures and Human Errors. 2023;38(2):1-5.

Digest J. Human error : models and management. 2000;172(June):393-396.

3Prabhu P V, Prabhu G V. Chapter 22 Human Error and User-Interface Design. Published online 1997:1997.