Mengapa Desain UI Perlu Fitts’ Law? Perspektif IMK dalam Interface Modern

Mengapa Desain UI Perlu Fitts’ Law? Perspektif IMK dalam Interface Modern

Inda Dwiyana

240401171@student.umri.ac.id

Teknik Informatika

Universitas Muhammadiyah

 

 

   Pernah merasa sebuah aplikasi sangat nyaman digunakan, sementara aplikasi lain terasa ribet dan sering membuat kita salah pencet? Padahal, jika dilihat dari fungsinya, aplikasi-aplikasi tersebut tidak jauh berbeda. Perbedaan pengalaman ini sering kali bukan disebabkan oleh fitur yang kompleks, melainkan oleh detail kecil seperti ukuran tombol, jarak antar elemen, dan posisi menu di layar. Dalam desain antarmuka pengguna, detail kecil inilah yang justru memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan pengguna. Salah satu konsep penting yang menjelaskan hal tersebut adalah Fitts’ Law.

   Dalam mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK), mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Riau mempelajari bahwa desain yang baik harus berangkat dari pemahaman terhadap kemampuan dan keterbatasan manusia. Fitts’ Law menjadi salah satu prinsip dasar yang membantu desainer memahami hubungan antara gerakan manusia dan elemen antarmuka digital. Dengan memahami prinsip ini, desainer dapat menciptakan interface yang lebih efisien, intuitif, dan mudah digunakan oleh berbagai kalangan pengguna.

   Fitts’ Law merupakan salah satu prinsip dasar dalam IMK yang menjelaskan bahwa waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mencapai suatu target dipengaruhi oleh ukuran dan jarak target tersebut. Semakin besar ukuran target dan semakin dekat jaraknya, maka semakin cepat dan mudah target tersebut dijangkau. Prinsip ini sangat relevan dalam desain UI modern, khususnya pada perangkat mobile yang mengandalkan interaksi sentuhan. Dengan memahami Fitts’ Law, perancang UI dapat menentukan ukuran dan posisi elemen antarmuka secara lebih efektif.

   Contoh penerapan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) dapat dilihat pada Ilustrasi konsep Fitts’ Law dalam desain UI.

                   

[Gambar 1: Ilustrasi konsep Fitts’ Law dalam desain UI]

   Ilustrasi penerapan prinsip IMK pada aplikasi mobile, di mana tombol utama dibuat lebih besar dan diletakkan di area yang mudah dijangkau pengguna untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi interaksi.

   Contoh penerapan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) dapat dilihat pada aplikasi mobile banking

                        

[Gambar 2: Ilustrasi penerapan IMK dan Fitts’ Law pada aplikasi mobile Banking]

   Dalam perspektif IMK, pengguna menjadi pusat dari proses perancangan sistem. IMK tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga memperhatikan kemampuan, keterbatasan, dan kebiasaan pengguna saat berinteraksi dengan komputer. Penerapan Fitts’ Law membantu perancang memahami bagaimana pengguna bergerak dan berinteraksi dengan elemen UI, sehingga desain yang dihasilkan dapat mengurangi beban kognitif dan meningkatkan efisiensi penggunaan sistem.

   Penerapan Fitts’ Law dapat dilihat dengan jelas pada berbagai aplikasi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak aplikasi mobile menempatkan tombol utama, seperti tombol konfirmasi atau pesan, di bagian bawah layar dengan ukuran yang cukup besar. Penempatan ini memudahkan jangkauan ibu jari pengguna dan mempercepat proses interaksi. Sebaliknya, elemen antarmuka yang berukuran kecil dan diletakkan jauh dari jangkauan pengguna cenderung memperlambat interaksi dan meningkatkan risiko kesalahan penggunaan. Hal ini membuktikan bahwa penerapan prinsip Fitts’ Law berpengaruh langsung terhadap kualitas pengalaman pengguna.

   Bagi mahasiswa informatika, mempelajari Fitts’ Law melalui mata kuliah IMK memberikan pemahaman penting dalam pengembangan sistem yang berorientasi pengguna. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu membangun sistem yang berjalan dengan baik, tetapi juga memahami bagaimana sistem tersebut digunakan oleh manusia. Dengan menguasai prinsip IMK, mahasiswa dapat merancang UI yang lebih ramah pengguna dan memiliki nilai guna yang lebih tinggi.

   Dalam dunia industri, penerapan Fitts’ Law menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan produk digital. Sistem dengan desain UI yang baik cenderung lebih mudah diterima oleh pengguna dan memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap IMK dan Fitts’ Law menjadi kompetensi penting bagi lulusan informatika agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

    Nah jadi  kesimpulannya, Fitts’ Law memiliki peran penting dalam desain UI modern dari perspektif IMK. Prinsip ini membantu menciptakan antarmuka yang lebih efisien, mudah digunakan, dan sesuai dengan kemampuan pengguna. Dengan memahami dan menerapkan Fitts’ Law, mahasiswa informatika dapat mengembangkan sistem yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga lebih manusiawi.

  Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau. Untuk informasi lebih lanjut tentang program studi kami, kunjungi (www.umri.ac.id)

 

Referensi

Jogiyanto. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI.

Purnomo, H. (2017). Interaksi Manusia dan Komputer dalam Pengembangan Sistem Informasi. Jurnal Informatika Mulawarman, 12(1), 45–52.

Setiawan, A., & Nugroho, E. (2019). Analisis Usability pada Aplikasi Mobile Menggunakan Prinsip Interaksi Manusia dan Komputer. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 6(3), 321–328.

Sari, D. P., dkk. (2021). Evaluasi Desain Antarmuka Pengguna pada Aplikasi Berbasis Mobile. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi), 5(4), 689–696.