Pentingnya Aksesibilitas Digital bagi Seluruh Pengguna Teknologi

 

Muhammad Ardhiansyah

E-Mail: 240401060@student.umri.ac.id

Mahasiswa Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Muhammadiyah Riau

Jl. Tuanku Tambusai, Delima, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru, Riau 28290

https://www.umri.ac.id/

 

Di era digital ini, hampir semua aktivitas bisa dilakukan secara online. Akan tetapi, tidak semua orang bisa dapat mengakses teknologi dengan cara yang sama. Digital aksesibilitas hadir untuk memastikan bahwa setiap individu, termasuk orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik atau sensorik, dapat menikmati teknologi secara setara.

PENDAHULUAN

Teknologi digital ini telah membawa perubahan besar pada berbagai aspek dalam kehiddupan manusia, perubahan tersebut bisa dirasakan mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga layanan publik. Namun, di balik kemajuan teknologi tersebut, tidak semua orang bisa mengakses teknologi digital dengan cara yang sama. Bagi sebagian pengguna, keterbatasan fisik, sensorik, maupun kognitif sering kali menjadi hambatan dalam memanfaatkan layanan digital secara optimal.

Aksesibilitas digital hadir sebagai solusi atas kebutuhan untuk memastikan agar teknologi dapat digunakan oleh semua orang tanpa terkecuali. Aksesibilitas tidak hanya ditujukan bagi penyandang disabilitas, melainkan juga sangat bermanfaat bagi pengguna lanjut usia, orang dengan keterbatasan sementara, maupun orang dengan kondisi lingkungan tertentu. Salah satu hal yang akan dibahas dalam artikel ini terkait apa itu aksesibilitas digital, manfaatnya bagi berbagai kelompok pengguna, serta contoh aplikasinya.

Pengertian Aksesibilitas Digital

Aksesibilitas digital didefinisikan sebagai upaya agar produk digital, seperti website, aplikasi seluler, hingga alat online lain, dapat dijangkau oleh siapa saja tanpa kecuali. Tujuan utama dari aksesibilitas digital adalah memastikan bahwa sebuah website atau aplikasi dapat diakses, dipahami, dan digunakan dengan mudah oleh seluruh pengguna, termasuk mereka yang mempunyai keterbatasan fisik, baik dari segi sensorik, maupun kognitif. Oleh karena itu, akssesibilitas perlu menjadi perhatian utama sejak awal tahap perencanaan hingga proses pengembangan produk digital.

Pentingnya aksesibilitas digital semakin terasa mengingat jumlah pengguna dengan kebutuhan khusus yang cukup besar. Data dari World Health Organization (WHO), menunjukkan bahwa sekitar 15% populasi dunia merupakan penyandang disabilitas. Selain itu, terdapat juga sekitar 285 juta orang mengalami gangguan pada penglihatan, terdiri dari 39 juta orang tunanetra dan 246 juta orang dengan penglihatan rendah. Fakta ini menunjukkan bahwa tanpa penerapan aksesibilitas yang memadai, sebagian masyarakat berpotensi mengalami hambatan dalam mengakses layanan digital.

Dengan menerapkan prinsip aksesibilitas digital, pengembang dan desainer bukan hanya membuat suatu produk yang inklusif, tapi juga meningkatkan kualitas suatu pengalaman pengguna secara umum. Desain yang memperhatikan aksesibilitas cenderung labih mudah untuk digunakan dan dapat dengan mudah diakses oleh berbagai pengguna sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Mengapa Aksesibilitas Digital Penting

Aksesibilitas (accessibility) merupakan aspek penting dalam sektor kehidupan,sepeti pendidikan, pekerjaan, perdagangan, layanan kesehatan, hingga pemerintahan. Dalam konteks digital, website dan aplikasi perlu dirancang agar lebih mudah untuk digunakan oleh masyarakat, termasuk pengguna dengan keterbatasan tertentu. Tujuan utama dengan penerapan aksesibilitas yaitu memberikan kesempatan yang setara bagi setiap orang untuk bisa mengakses dan memanfaatkanteknologi digital. 

World Wide Web Consortium (W3C), menyatakan bahwa akses terhadap informasi dan teknologi komunikasi, termasuk web menjadi bagian dari hak asasi manusia, sebagaimana tercantum dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-hak Penyandang Disabilitas (UN CRPD). Pernyataan ini menegaskan bahwa aksesibilitas digital bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban dalam menciptakan lingkungan digital yang inklusif.

Berikut beberapa alasan mengapa aksibilitas itu penting :

  • Inklusivitas dan Hak Asasi Manusia

Internet telah berkembang menjadi sebuah sumber utama informasi, pendidikan, pekerjaan, serta interaksi sosial. Oleh karena itu, memastikan setiap individu memiliki akses yang setara terhadap teknologi digital. sebagaimana diatur dalam konvensi PBB tentang Hak Penyandang Disabilitas. Dengan merancang website dan aplikasi yang aksesibel, pengembang turut berkontribusi dalam ekosistem digital yang lebih inklusif.

  • Cakupan Audiens yang Lebih Luas

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), lebih dari satu miliar penduduk dunia mengalami berbagai bentuk disabilitas. Jumlah ini merepresentasikan potensi pengguna yang sangat besar dan tidak dapat diabaikan. Ketika aspek aksesibilitas tidak diperhatikan, secara tidak langsung kita membatasi kesempatan jutaan orang untuk mengakses, menggunakan, serta memperoleh manfaat dari produk digital, baik sebagai pengguna, pelanggan, maupun pembaca

  • Meningkatkan Usability untuk Semua Pengguna

Desain yang aksesibel pada akhirnya adalah desain yang baik untuk semua orang. Navigasi dengan keyboard yang lancar berguna tidak hanya bagi pengguna tunanetra tetapi juga bagi power user yang lebih suka menggunakan keyboard. Kontras warna yang baik membantu mereka yang di bawah sinar matahari. Teks yang jelas dan terstruktur membantu semua orang memahami konten dengan lebih cepat.

  • Kepatuhan Hukum (Legal Compliance)

Di banyak negara, aksesibilitas web adalah hukum. Standar seperti Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) sering diadopsi menjadi bagian dari regulasi. Perusahaan yang tidak menjaga aksesibilitas akan memiliki risiko tuntutan hukum dan denda yang besar.

Di era yang semakin terdigitalisasi, Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) menjadi kunci penting dalam menciptakan pengalaman pengguna (User Experience/UX) yang optimal. Fokus utama dari IMK adalah untuk mempermudah komunikasi antara pengguna dan sistem komputer dan  meningkatkan efektivitas penggunaan teknologi serta merancang antarmuka yang intuitif dan ramah bagi pengguna.

 

Contoh Aplikasi accessibility digital

  • Be My Eyes, Adalah sebuah aplikasi yang menghubungkan penyandang tunanetra dengan relawan yang memiliki penglihatan normal melalui panggilan video secara langsung. Apabila pengguna membutuhkan bantuan untuk melakukan tugas sehari-hari, seperti membaca label, mengidentifikasi objek, atau menavigasi lingkungan yang tidak dikenal, relawan dapat meminjamkan penglihatan mereka untuk memberikan dukungan secara langsung. Aplikasi ini mendorong otonomi dan koneksi, mempromosikan rasa kebersamaan di antara penyandang tunanetra

Be My Eyes Versi Windows; Bantu Difabel Netra Kenali Gambar Di Komputer -  Solider

Gambar 1. Aplikasi be my eyes sumber solidernews

  • Seeing AI, Dikembangkan oleh Microsoft, Seeing AI adalah aplikasi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu individu yang mengalami gangguan penglihatan. Aplikasi ini dapat mendeteksi objek, memindai dan membaca dokumen, mengenali wajah manusia, mendeskripsikan pemandangan, dan bahkan menjelaskan mata uang kertas. Seeing AI memberikan informasi yang sangat berharga, mendorong pengguna untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri

Microsoft Seeing AI - the best ever app for blind people just got even  better | AbilityNet

Gambar 2. Aplikasi seeing AI sumber Ability Net 

  • Proloquo2go, merupakan aplikasi terkemuka yang memiliki fungsi sebagai sistem komunikasi augmentatif dan alternatif. Aplikasi ini membantu pengguna untuk menyusun kalimat dengan memilih ikon atau mengetik teks, yang kemudian diubah menjadi ucapan. Aplikasi ini mendukung individu dalam mengekspresikan pikiran, kebutuhan, dan emosi mereka

Proloquo2Go App: Boost Communication for Autism

Gambar 3. Aplikasi Proloquo2go

Namun dalam beberapa tahun terakhir ini, kemajuan teknologi yang begitu besar telah menghadirkan banyak peluang bagi penyandang disabilitas. Ponsel pintar, yang telah  dilengkapi dengan berbagai aplikasi, serta telah menjadi alat yang mampu untuk meningkatkan aksesibilitas, otonomi, dan kualitas hidup. Mulai dari membantu dalam komunikasi hingga mendukung mobilitas dan pengaturan, aplikasi ini telah mengubah cara penyandang disabilitas berinteraksi dengan dunia. 

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer pada Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.umri.ac.id.

 KESIMPULAN

Kini, aksesibilitas digital bukan lagi sekadar fitur tambahan, tetapi kebutuhan dasar untuk pengembangan produk digital yang inklusif. Dengan mempertimbangkan aksesibilitas sejak tahap perancangan, pengembang dapat memastikan supaya semua orang, baik penyandang disabilitas, lansia, maupun pengguna dengan keterbatasan situasional.

Dari sisi institusi pendidikan dan bisnis, aksesibilitas digital juga perlu dijadikan bagian dari strategi utama, baik dalam pengembangan sistem pembelajaran, layanan publik, maupun produk komersial. Dengan demikian, aksesibilitas tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna (UX), tetapi juga memperluas jangkauan audiens, memperkuat citra positif, serta mendukung terciptanya lingkungan digital yang adil dan setara.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI untuk proses penyuntingan bahasa dan perapian struktur, dengan seluruh isi telah disesuaikan dan dipahami oleh penulis.

Referensi

SOLEH, Akhmad, et al. Aksesibilitas Penyandang Disabilitas terhadap Perguruan Tinggi; Studi Kasus di Empat Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta. LKIS Pelangi Aksara, 2016.

BANGSAWAN, Gema. Kebijakan akselerasi transformasi digital di Indonesia: Peluang dan tantangan untuk pengembangan ekonomi kreatif. Jurnal Studi Kebijakan Publik, 2023, 2.1: 27-40.

SYAFI'IE, Muhammad. Pemenuhan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Inklusi, 2014, 1.2: 269-308.