Prinsip Gestalt dalam Desain UI: Panduan Praktis untuk Designer

Oleh: Habibah Khairatun Nisa – Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Riau

 

Pernahkah kamu mendengar istilah Gestalt dalam desain UI? Atau mungkin kamu pernah merasa bingung melakukan sesuatu yang seharusnya muda di hp kamu? Nah, disinilah prinsip gestalt digunakan dalam desain UI. Yaitu untuk memudahkan pengguna memahami hubungan antar elemen visual secara alami. Mari pelajari lebih lanjut!

Apa itu Gestalt?

Prinsip Gestalt adalah prinsip yang diterapkan untuk membantu memahami pengelompokkan komponen-komponen yang memiliki pola, kemiripan, dan relasi menjadi sinkron. Prinsip ini banyak digunakan karena mampu menjelaskan bagaimana persepsi visual terbentuk. Sehingga desain aplikasi dapat membantu pengguna memahami tampilan visual sacara lebih efektif.

Jenis-jenis Prinsip Gestalt dalam desai UI

Prinsip-prinsip Gestalt yang di terapkan dibidang desain visual yakni:

·       Bentuk figure ground

Prinsip figure–ground menekankan pembedaan yang jelas antara elemen utama (figure) dan latar belakang (ground) dalam antarmuka. Dengan membuat elemen penting lebih menonjol melalui warna, ukuran, atau kontras, perhatian pengguna dapat diarahkan secara efektif pada informasi atau tindakan utama. Penerapan prinsip ini membantu meningkatkan fokus visual, keterbacaan, serta efisiensi interaksi pengguna dengan sistem digital. Similarity (kesamaan bentuk)

Dengan menggunakan prinsip similarity secara efektif, kalian dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan bermakna dengan orang lain lebih cepat. Namun, perlu diingat bahwa prinsip ini tidak dipaksakan.

·       Proximity (kedekatan posisi)

Prinsip proximity berperan penting dalam membantu pengguna memahami struktur dan hubungan antar elemen pada antarmuka. Elemen-elemen yang diletakkan berdekatan akan dipersepsikan sebagai satu kelompok, sehingga pengguna dapat dengan mudah mengenali informasi yang saling berkaitan tanpa perlu penjelasan tambahan. Penerapan prinsip ini membuat tampilan UI lebih terorganisir, mudah dipahami, dan mengurangi beban kognitif pengguna. Closure (penutupan bentuk)

 

 

·       Conitinuity (kesinambungan pola)

Prinsip continuity (kesinambungan) menjelaskan bahwa pengguna cenderung mengikuti alur visual yang paling sederhana dan mulus. Menurut Wardhana dan Kholili, “prinsip kesinambungan atau continuity membuat objek dipersepsikan sebagai satu kelompok karena otak manusia mengikuti bentuk atau garis yang paling sederhana dan mulus”.

Contoh Penerapan Prinsip Gestalt pada Aplikasi Digital

 

Berbagai aplikasi populer telah mengadopsi Prinsip Gestalt dalam perancangan antarmuka guna meningkatkan kemudahan dan kenyamanan penggunaan. WhatsApp menjadi salah satu contoh yang jelas melalui penerapan prinsip proximity, di mana pesan dalam satu percakapan disusun secara berurutan dan berdekatan, sehingga alur komunikasi dapat dipahami secara intuitif oleh pengguna. Tata letak ini membantu pengguna mengenali hubungan antar pesan tanpa perlu upaya kognitif tambahan.

Selain itu, perbedaan warna balon chat antara pengirim dan penerima mencerminkan penerapan prinsip similarity dan figure–ground. Elemen pesan ditampilkan sebagai fokus utama, sementara latar belakang berfungsi sebagai pendukung visual, sehingga informasi penting dapat dikenali dengan cepat. Kombinasi prinsip-prinsip tersebut menjadikan antarmuka WhatsApp tidak hanya konsisten secara visual, tetapi juga efektif dalam mendukung pengalaman pengguna yang sederhana dan mudah dipahami.

 

Manfaat Prinsip Gestalt dalam Desain UI

Penggunaan prinsip gestalt dalam proses perancangan aplikasi sangat membantu dalam mengatur persepsi visual serta menyusun komponen, elemen, dan tata letak pada aplikasi. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip ini, desain aplikasi dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, meningkatkan keterbacaan informasi, dan memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan aplikasi.

Kesimpulan

Prinsip Gestalt memiliki peran penting dalam membantu desainer UI menciptakan antarmuka yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mudah dipahami oleh pengguna. Melalui prinsip-prinsip seperti figure–ground, proximity, similarity, closure, dan continuity, desainer dapat menyusun elemen visual secara terstruktur sehingga hubungan antar komponen dapat dipersepsikan secara alami. Hal ini memungkinkan pengguna memahami alur interaksi dan informasi tanpa perlu berpikir kompleks saat menggunakan aplikasi.

Penerapan Prinsip Gestalt, sebagaimana terlihat pada aplikasi seperti WhatsApp, menunjukkan bahwa desain yang berlandaskan persepsi visual manusia mampu meningkatkan kenyamanan, fokus, dan efisiensi interaksi. Dengan memahami dan menerapkan prinsip Gestalt secara tepat, desainer UI dapat menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih intuitif, konsisten, dan ramah, sehingga aplikasi tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga memberikan kesan positif dan mudah diingat oleh penggunanya.

 

Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau.

Informasi lebih lanjut mengenai Universitas Muhammadiyah Riau dapat diakses melalui www.umri.ac.id

Referensi

Design, Centered, Dengan Pendedkatan, and Teori Gestalt. “1,2 1 , 2.” 5(2): 1–15.

Mubarok, Fikri Shofin. 2023. “Penerapan Prinsip Gestalt Dalam Desain Visual Untuk Meningkatkan Memori Dan Pemahaman Pesan.” Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna 11(2): 152. doi:10.30659/jikm.v11i2.33002.

Yanti, Ari Irma Duwi, and Ima Kusumawati Hidayat , Mitra Istiar Wardhana, Nuril Kusuma Wardani. 2024. “Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual.” Gestalt 6(2): 21–33. https://gestalt.upnjatim.ac.id/index.php/gestalt/article/view/136/6.