Sepenting apa Belajar IMK bagi Mahasiswa di Era Digital?
Pernah merasa kesal saat menggunakan aplikasi yang tampilannya bagus, tapi sulit dipakai? Tombolnya kecil, menunya membingungkan, atau alurnya berbelit-belit. Masalah seperti ini sering kita alami, dan di sinilah peran Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) menjadi sangat penting.
Pendahuluan
Di era digital saat ini, teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mahasiswa menggunakan berbagai sistem digital, mulai dari aplikasi perkuliahan, platform pembelajaran online, hingga layanan administrasi kampus. Namun, tidak semua sistem dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan dan kemudahan pengguna.
Mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) adalah kunci untuk menjawab permasalahan tersebut dengan mempelajari bagaimana manusia berinteraksi dengan teknologi secara efektif. Salah satunya IMK juga dipelajari dikampus UMRI dengan baik dan efisien
Isi Utama
Apa itu Interaksi Manusia dan Komputer (IMK)?
Interaksi Manusia dan Komputer adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merancang sistem digital agar mudah digunakan, dipahami, dan tidak membingungkan pengguna yang lain. IMK lebih berfokus kepada perilaku, kebiasaan, dan kebutuhan manusia sebagai pengguna sistem.
Mengapa Mahasiswa Perlu Belajar IMK?
Belajar IMK menjelaskan kepada mahasiswa bahwa keberhasilan sebuah aplikasi tidak hanya kecanggihan fitur, tetapi juga kenyamanan pengguna. Tanpa IMK, sebuah sistem bisa berfungsi, namun gagal untuk digunakan secara efisieb.
IMK dalam Kehidupan Akademik
Dalam lingkungan kampus, prinsip IMK sangat berperan dalam sistem akademik. Sistem yang dirancang untuk memudahkan mahasiswa dalam mengakses informasi, mengisi KRS, atau mengikuti pembelajaran secara daring tanpa kesulitan.
Contoh pertama dapat dilihat pada sistem informasi akademik kampus (SikuLi). Jika menu pengisian KRS disusun dengan jelas, bahasa yang mudah dipahami, dan langkah yang mudah, mahasiswa bisa menyelesaikan tanpa kesalahan. Sebaliknya, jika sistem yang rumit dan sering membuat mahasiswa bingung maka SikuLi gagal menjadi website yang baik dalam IMK
Contoh kedua adalah aplikasi mobile yang digunakan sehari-hari (Google Maps). Google Maps memiliki tombol yang jelas, navigasi sederhana, dan tampilan yang nyaman di mata. Aplikasi seperti ini lebih cepat dipahami, bahkan oleh orang baru atau orang tua
Artikel ini disusun sebagai dari tugas mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) pada Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau.
Dalam proses penyusunan Artikel, penulis menggunakan bantuan AI sebagai alat pendukung untuk pengembangan ide, perapian bahasa, dan penyusunan struktur tulisan.
Informasi lebih lanjut mengenai Universitas Muhammadiyah Riau dapat diakses melalui situs resmi: https://www.umri.ac.id
Referensi
Abdullah, M. 2018. Interaksi manusia dan komputer. Yogyakarta: Andi. Hakim, L. 2019. Aksesibilitas digital. Jurnal TIK.
Hakim, L. 2019. Desain antarmuka berbasis konteks budaya pengguna. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi,