Studi Pengalaman Pengguna Aplikasi Pembayaran Digital GoPay Menggunakan Think-Aloud Protocol

Dalam kehidupan sehari-hari, aplikasi pembayaran digital merupakan salah satu aplikasi yang paling sering digunakan untuk mempermudah aktivitas transaksi. Namun, apakah Anda pernah justru merasa kesulitan saat menggunakan suatu aplikasi pembayaran tersebut?

Aplikasi pembayaran digital menjadi bagian kecil yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari hari, baik dari transaksi sederhana seperti transfer antar pengguna hingga pembayaran rutin seperti tagihan listrik, internet, dan PDAM. Maka dari itu, pengguna sudah pasti mengharapkan aplikasi pembayaran yang mudah untuk diakses dan digunakan secara efisien.

GoPay merupakan salah satu aplikasi pembayaran digital yang memberikan berbagai penawaran fitur untuk membantu kebutuhan penggunanya. Secara umum, fitur utama yang disediakan oleh GoPay sudah berjalan dengan baik. Namun, penulis menemukan beberapa kendala kecil yang memengaruhi kenyamanan penulis dalam menggunakan aplikasi tersebut.

Metode Penelitian: Think Aloud Protocol

Penelitian ini menggunakan metode Think-Aloud Protocol. Think Aloud adalah metode yang melibatkan pengguna akhir dalam penggunaan sebagai responden untuk memngidentifikasi suatu masalah. Dalam metode ini, pengguna diminta untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan sepanjang mereka menggunakan aplikasi tersebut. Metode ini membantu penulis untuk memahami bagaimana pengguna berinteraksi dengan aplikasi serta kendala yang mereka alami selama proses penggunaan.  

Penelitian ini melibatkan empat orang pengguna yang menggunakan aplikasi GoPay, disini pengguna diminta untuk menggunakan aplikasi GoPay secara simulatif. Selama proses tersebut, pengguna diminta untuk menjelaskan secara langsung apa yang mereka pikirkan saat melakukan proses penggunaan aplikasi. 

Temuan Pengalaman Pengguna

Berdasarkan Think Aloud yang dilakukan oleh 3 orang pengguna aplikasi GoPay, ditemukan beberapa temuan dalam pengalaman pengguna pada saat menggunakan aplikasi GoPay. Secara umum, pengguna merasa sudah cukup dalam melakukan transaksi sehari hari, khususnya untuk pembayaran dan transfer.

Salah satu pengguna, menyampaikan bahwa ia mengalami kesulitan saat menggunakan aplikasi GoPay ini. Pengguna menilai bahwa tampilan antar muka aplikasi dipenuhi oleh elemen promosi sehingga menganggu fokus saat menggunakannya.  Pengguna juga mengatakan bahwa ”iklan dan promonya banyak tetapi pas dipencet gaada yang muncul”, sehingga elemen tersebut hanya memenuhi tampilan utama tanpa meberikan informasi yang jelas. Selain itu pengguna juga menyoroti aspek visual dari aplikasi GoPay, khususnya untuk pengguna tema berwarna gelap. Menurut pengguna, tampilan dengan warna gelap membuat antarmuka menjadi tidak rapi. Dan menurutnya, tampilan aplikasi yang lain memiliki tampilan visual yang lebih jelas dan lebih menarik.

Berbeda dua dari pengguna lainnya yang justru merasa terbantu dengan fitur yang disediakan oleh aplikasi GoPay, terutama pada saat melakukan transaksi. Salah satu fitur yang dianggap memudahkan pengguna adalah penyimpanan data penerima transfer, sehingga pengguna tidak perlu memasukkan nomor yang sama jika ingin mentransfer ke nomor yang sama. Selain itu, pengguna juga beranggapan bahwa GoPay memiliki ikon dan juga tampilan yang familiar dengan aplikasi yang lainnya, sehingga aplikasi ini, juga mudah digunakan. Pengguna juga mengapresiasi karena minimnya biaya administrasi saat melakukan transfer.

Selain temuan dari beberapa pengguna, penulis juga mengalami kesulitan ketika menggunakan aplikasi GoPay, penulis membutuhkan waktu yang lama ketika membutuhkan informasi riwayat transaksi, penulis perlu waktu yang cukup lama untuk menemukannya, karena letaknya yang sulit ditemukan dan  tertutup oleh beberapa elemen iklan, dan mini games. 

Analisis Usability Aplikasi GoPay

Berdasarkan hasil think-aloud, kendala utama yang dialami pengguna yaitu pada tampilan antarmuka aplikasi. Banyak elemen promosi pada halaman utama dan menyebabkan pengguna pusing terhadap aplikasi. Selain itu tema warna gelap yang dimiliki oleh aplikasi ini membuat tampilan antarmuka aplikasi menjadi berantakan dan tidak rapih sehingga membingungkan si pengguna, terutama bagi pengguna yang jarang menggunakannya. 

Namun, disisi lain, GoPay sudah menyediakan fitur yang cukup untuk mendukung transaksi seperti penyimpanan data penerima sehingga memudahkan pengguna ketika ingin mengtransfer pada pengguna yang sama. Konsistensi ikon dan tampilan yang familiar dengan aplikasi pembayaran lainnya juga membantu pengguna untuk memahami alur dalam penggunaan aplikasi. 

Kesimpulan

Berdasarkan pendekatan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi GoPay perlu mengevaluasi desain antarmuka yang masih kurang rapih, sehingga pengguna dapat menggunakan aplikasi dengan mudah. Terlepas dari aspek tampilan, fitur transaksi yang diberikan oleh  GoPay dinilai sudah cukup baik untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

Artikel ini ditulis oleh Salwa Aprila Rizqiqa, mahasiswa dari program studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau (www.umri.ac.id)

Referensi

Ericsson, K.A., & Simon, H.A. (1993). Protocol analysis: Verbal reports as data. Cambridge, MA: MIT Press.

Thaib, F., Papungan, M., & Hizbullah, I. (2002). Evaluasi usability menggunakan metode think aloud pada aplikasi mobile Mister Aladin. Jurnal Teknik SILITEK, 1(02), 80-89. 

Materi IMK dari Universitas Muhammadiyah Riau