USABILITY TESTING : LANGKAH AWAL MEMAHAMI DAN MENERAPKAN PENGUJIAN USABILITY
Oleh : Luthfi Hadi Chandra
Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau
Apakah anda tau? Bahwa banyak sistem yang dirancang dengan tujuan untuk membantu pengguna, namun pada praktiknya justru menimbulkan kebingungan
Dalam perkuliahan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) (www.umri.ac.id), User Experience, dipelajari untuk memahami bagaimana pentingnya User Experience bagi suatu produk digital.
PENDAHULUAN
Bagi orang awam, Usability Testing sering kali disebut sebagai tahapan yang kompleks dan memerlukan keahlian khusus.
Berdasarkan hal tersebut, artikel ini akan membahas tahap awal memahami konsep dasar sebagai awal untuk memahami usability testing, sehingga dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas sistem, maupun pengalaman pengguna.
APA ITU USABILITY TESTING?
Usability testing adalah salah satu metode pengujian dalam bidang Interaksi Manusia dan Komputer dengan konsep pengujian untuk menilai ketercapaian suatu sistem dengan cara efektif, efisien, dan memuaskan bagi pengguna. Ini memiliki perbedaan dengan metode inspeksi heuristic evaluation, dimana dalam metode usability testing, pengguna secara langsung dapat ikut dalam pengujian sistem untuk mencari masalah nyata saat penggunaan sistem dalam konteks tertentu.1

Gambar 1. Ilustrasi Usabilty testing
PRINSIP DAN PERAN PENTING
Prinsip dasar yang diterapkan pada usability testing Adalah sebuah keamanan sistem hanya dapat dinilai jika adanya interaksi langsung antara sistem dan pengguna yang benar. Dalam usability testing, pengguna tidak direkatkan sebagai objek atau subjek penelitian teks semata. Melainkan sumber utama berupa penyelidikan data mengenai kelemahan antarmuka yang tidak bisa dilihat oleh sistem. Oleh sebab itu, prosedur tester ini mengalami penekanan pada pengalaman proses pengguna yang mengikuti tugas tertentu.
Usabilty testing memiliki peran yang sangat penting dalam menjelaskan masalah antarmuka yang dirasakan oleh pengguna yang terjadi setelah berinteraksi langsung dengan sistem yang dibuat. Cara penelitiannya memungkinkan peneliti untuk menemukan bug yang dapat menghambat proses pengguna dalam menyelesaikan tugasnya.1
PROSES PELAKSANAAN USABILTY TESTING
Usability testing dilaksanakan melalui proses yang terstruktur untuk mengamati secara langsung interaksi pengguna dengan sistem.
· Proses diawali dengan pemilihan tujuan pengujian
· Partisipan yang sesuai dengan karakteristik yang dipilih
Data dikumpulkan melalui observasi dan teknik think-aloud untuk memahami proses berpikir pengguna. Hasil pengujian kemudian dianalisis guna mengidentifikasi masalah usability yang menjadi dasar perbaikan desain antarmuka agar sistem lebih efektif, efisien, dan mudah digunakan.
ANALISIS TEMUAN DAN IDENTIFIKASI MASALAH USABILITY
Analisis hasil temuan dan indentifikasi masalah usability yang dimiliki oleh analisis temuan dan indentifikasi masalah usability adalah langkah yang berguna dalam proses testing untuk menjabarkan data interaksi pengguna terhadap sistem. Hasil data yang didapatkan dari observasi, tingkat keberhasilan tugas, kesalahan penggunaan, serta umpan balik pengguna diteliti secara sistematis untuk menemukan pola masalah yang berulang dan berdampak signifikan terhadap efektivitas, efisiensi. Testing usability cenderung menemukan masalah tentang yang memiliki sifat nyata dan serius, salah satunya yang paling berdampak terhadap kegagalan pengguna dalam menyelesaikan tugasnya, sehingga analisis temuan ini pun menjelaskan tentang kelemahan desain, tetapi juga memahami penyebab terjadinya masalah, sehingga rekomendasi perbaikan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan kualitas user experience.3

Gambar 2. Ilustrasi gambar analisis temuan dan identifikasi masalah usability
KONTRIBUSI USABILITY TESTING TERHADAP USER EXPERIENCE
Usability testing memiliki kontribusi penting terhadap pengalaman pengguna. Pada dasarnya metode ini dapat mengungkapkan pesan antarmuka yang bersifat serius dan berdampak nyata terhadap keberhasilan pengguna dalam menyelesaikan tugas, sehingga perbaikan desain dapat difokuskan pada aspek yang paling memengaruhi kenyamanan dan efektivitas penggunaan. Tujuan antarmuka pengguna adalah memberikan kenyamanan dan efektifitas. Karya seperti usability testing berhasil mengkontribusikan pengalaman pengguna dengan mengikuti penumbuhkan antarmuka pengguna sebagai kontribusi.3

Gambar 3. Ilustrasi gambar kontribusi Usability Testing
PENUTUP
Usability testing merupakan salah satu metode evaluasi yang sangat krusial dalam pembangunan sistem interaktif, karena metode tersebut berorientasi pada pengalaman yang dilaksanakan oleh penggunanya. Dengan melalui proses pengujian, analisis hasil penemuan, dan analisis kelemahan konfigurasi sistem. Dengan kebiasaan user, metode evaluasi tersebut mampu mengungkap kelemahan dalam konfigurasi yang berpengaruh secara langsung bagi efektifitas, efisien, serta keramahan sistem yang akan dikembangkan. Studi kelemahan dalam metode evaluasi tersebut, yaitu hasil temuannya, memiliki kontribusi yang sangat berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Saya Luthfi Hadi Chandra merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau.
Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Universitas Muhammadiyah Riau (www.umri.ac.id).
REFERENCE
Manuscript A. NIH Public Access. Published online 2009:322-327.
Jeffries R, Desurviret H. Usability Testing vs . Heuristic Evaluation : Was there a contest ? 1992;(October):39-41. doi:10.1145/142167.142179