Usability Testing: Panduan Lengkap untuk Pemula agar Produk Digital Lebih Mudah Digunakan

Usability Testing: Panduan Lengkap untuk Pemula agar Produk Digital Lebih Mudah Digunakan

M Alva Rabby Gustiawarman

Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Muhammadiyah Riau: www.umri.ac.id

E- Mail: 240401274@student.umri.ac.id

 

            Pernahkah Anda merasa aplikasi yang terlihat bagus justru membingungkan saat digunakan? Masalah seperti ini sering terjadi karena desain dibuat berdasarkan asumsi, bukan pengalaman nyata pengguna, dan di sinilah usability testing memainkan peran penting dalam proses desain interaksi (Nielsen, 2012).

Apa Itu Usability Testing?

Usability testing adalah metode evaluasi di mana pengguna nyata diminta untuk mencoba sebuah produk atau sistem guna mengidentifikasi masalah kemudahan penggunaan, efisiensi, dan kepuasan pengguna saat berinteraksi dengan sistem tersebut (Standardization, 2018).

Berbeda dengan evaluasi berbasis asumsi, usability testing berfokus pada perilaku nyata pengguna, sehingga temuan yang dihasilkan lebih akurat dan relevan untuk perbaikan desain (Rubin & Chisnell, 2008).


Mengapa Usability Testing Sangat Penting untuk Pemula?

Bagi pemula dalam dunia desain UI/UX atau pengembangan sistem, usability testing membantu menghindari kesalahan desain yang sering kali tidak disadari oleh pembuat sistem karena bias pengetahuan internal (Krug, 2014).

Dengan melakukan pengujian sederhana, pemula dapat mengetahui apakah fitur mudah ditemukan, instruksi dipahami, dan alur penggunaan berjalan secara logis bagi pengguna baru (Nielsen, 2012).


Jenis-Jenis Usability Testing

1. Moderated Usability Testing

Moderated testing dilakukan dengan pendampingan langsung oleh evaluator yang mengamati dan mengajukan pertanyaan saat pengguna menjalankan tugas tertentu, sehingga cocok untuk eksplorasi mendalam terhadap masalah usability (Rubin & Chisnell, 2008).

Metode ini sering digunakan dalam konteks akademik, termasuk praktik evaluasi usability pada mata kuliah IMK di Universitas Muhammadiyah Riau, karena memungkinkan diskusi langsung antara evaluator dan pengguna (Preece et al., 2015).

 


2. Unmoderated Usability Testing

Pada metode ini, pengguna melakukan pengujian secara mandiri tanpa pendamping, biasanya melalui platform online, sehingga lebih efisien dari segi waktu dan biaya (Group, 2020)

Meskipun minim interaksi, unmoderated testing tetap efektif untuk mengidentifikasi pola masalah umum pada antarmuka digital (Krug, 2014).

 


3. Remote Usability Testing

Dilakukan secara jarak jauh menggunakan koneksi internet. Metode ini sangat populer karena fleksibel dan hemat biaya.


4. Guerrilla Usability Testing

Metode informal dan cepat, misalnya meminta teman, rekan kerja, atau mahasiswa lain untuk mencoba produk dalam waktu singkat.

Metode ini sangat cocok untuk mahasiswa atau tim kecil dengan keterbatasan sumber daya.


Langkah-Langkah Melakukan Usability Testing

·       Langkah pertama adalah menentukan tujuan pengujian, misalnya mengevaluasi kemudahan navigasi atau kejelasan informasi pada halaman tertentu (Rubin & Chisnell, 2008).

·        Menyusun Skenario dan Tugas

Tentukan skenario tugas yang realistis, seperti “mendaftar akun” atau “mencari informasi tertentu”, agar perilaku pengguna mencerminkan penggunaan nyata (Nielsen, 2012).

·       Tahap berikutnya adalah merekrut partisipan, idealnya 5–8 orang, karena penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masalah usability sudah dapat ditemukan dengan jumlah tersebut (Nielsen, 2000).

·       Terakhir, lakukan analisis hasil pengujian dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tingkat keparahan masalah untuk memudahkan prioritas perbaikan desain (Preece et al., 2015).


Contoh Usability Testing

1. Usability Testing Website Portal Akademik Kampus

Konteks

Sebuah website portal akademik kampus digunakan oleh mahasiswa untuk Mengisi KRS, jadwal kuliah,pembayaran uang semester dan nilai. Banyak mahasiswa baru mengeluh kesulitan menemukan menu tertentu.

Tujuan Pengujian

Mengetahui apakah mahasiswa baru dapat:

  • Login ke sistem
  • Mengisi KRS
  • Melihat jadwal kuliah
  • Pembayaran Uang Semester

 

Metode

Moderated Usability Testing
Peserta diminta berpikir keras (think-aloud) selama menggunakan sistem.

Peserta

5 mahasiswa baru semester 1.

Skenario & Tugas

  1. Login menggunakan NIM mahasiswa
  2. Cari menu pengisian KRS
  3. Tambahkan mata kuliah
  4. Simpan dan cek jadwal

Temuan Masalah

  • Menu KRS tidak terlihat jelas
  • Istilah terlalu teknis
  • Tidak ada konfirmasi setelah menyimpan KRS

Rekomendasi Perbaikan

  • Menonjolkan menu KRS
  • Mengganti istilah teknis dengan bahasa sederhana
  • Menambahkan notifikasi “KRS berhasil disimpan”

Kesimpulan:
Setelah perbaikan, waktu penyelesaian tugas berkurang dan kepuasan mahasiswa meningkat.


 

 

 

 

 

 

 

 

2. Usability Testing Aplikasi Mobile E-Commerce

Tujuan Pengujian

Tujuan utama usability testing pada aplikasi mobile e-commerce adalah untuk mengevaluasi sejauh mana aplikasi tersebut mudah digunakan (usable) oleh pengguna dalam menyelesaikan tugas utama seperti mencari produk, melakukan pembelian, dan mengelola akun.
Selain itu, pengujian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan interaksi, kesalahan pengguna, serta tingkat kepuasan pengguna saat berinteraksi dengan antarmuka aplikasi.

Metode

Remote Unmoderated Usability Testing

Peserta

7 pengguna aktif aplikasi belanja online.

Skenario & Tugas

  1. Cari produk “gantungan kunci”
  2. Melihat detail produk dan membaca ulasan
  3. Tambahkan produk ke keranjang
  4. Melakukan checkout hingga halaman pembayaran
  5. Melihat status pesnan pada menu Riwayat transaksi

Temuan Masalah

  • Pengguna Kesulitan menemukan filter produk karena ikon yang kurang jelas.
  • Informasi biaya tambahan (ongkir dan biaya layanan) batu terlihat di tahap akhir checkout, menyebabkan kebingungan.
  • Tombol “Checkout” kurang menonjol secara visual, sehingga beberapa pengguna melewatkannya.
  • Navigasi Kembali ke halaman sebelumnya tidak konsisten di beberapa layer.

Rekomendasi Perbaikan

  • Menggunakan label teks + ikon yang lebih jelas pada fitur filter.
  • Menampilkan estimasi biaya total biaya sejak awal proses checkout.
  • Memberikan visual emphasis (warna dan ukuran) pada tombol aksi utama seperti “Checkout”.

Kesimpulan:
Usability testing pada aplikasi mobile e-commerce terbukti efektif dalam mengungkap masalah yang tidak selalu terlihat oleh pengembang.
Dengan melakukan pengujian berbasis pengguna nyata, aplikasi dapat dikembangkan menjadi lebih efisien, intuitif, dan ramah pengguna.
Penerapan rekomendasi hasil usability testing secara konsisten akan meningkatkan pengalaman pengguna dan berpotensi meningkatkan tingkat konversi pembelian.


 3. Usability Testing Website Informasi Publik (Pemerintahan)

Tujuan Pengujian

Tujuan usability testing pada website informasi publik pemerintahan adalah untuk memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses informasi secara mudah, cepat, dan akurat tanpa hambatan teknis maupun kebingungan navigasi.

Skenario & Tugas

  1. Mencari informasi pengumuman atau berita resmi terbaru.
  2. Menemukan persyaratan dan prosedur layanan publik (misalnya pembuatan KTP atau perizinan).
  3. Mengunduh dokumen resmi (formulir atau peraturan).
  4. Mencari kontak atau alamat instansi terkait.
  5. Mengakses informasi layanan melalui perangkat mobile.
  6.  

Temuan Masalah

·        Menu navigasi terlalu banyak dan menggunakan istilah birokratis yang sulit dipahami masyarakat umum.

·        Fitur pencarian tidak memberikan hasil yang relevan.

·        nformasi penting tersembunyi di dalam halaman yang terlalu panjang.

·        Tampilan website kurang responsif di perangkat mobile.

·        Ukuran teks kecil dan kontras warna rendah, menyulitkan pengguna lansia.

Rekomendasi Perbaikan

  • Sederhanakan struktur menu dan menggunakan Bahasa yang lebih human-friendly
  • Tingkatkan peforma fitur pencarian dengan kata kunci popular
  • Menampilkan informasi utama dibagian atas halaman (above the fold)
  • Mengoptimalkan desain responsive untuk perangkat mobile
  • Meningkat aksesibilitas dengan ukuran teks lebih besar dan kontras warna yang jelas

  Kesimpulan:
Usability testing pada website informasi publik pemerintahan sangat penting untuk memastikan bahwa informasi dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara adil dan efektif.
Dengan melakukan pengujian berbasis pengguna nyata, instansi pemerintahan dapat meningkatkan kualitas layanan digital, transparansi, serta kepercayaan publik.


 

Kesimpulan: Usability Testing sebagai Fondasi Desain Berpusat pada Pengguna

Usability testing adalah langkah penting untuk memastikan produk digital benar-benar mudah digunakan, bahkan oleh pengguna pemula, dan bukan sekadar terlihat menarik secara visual (Standardization, 2018).

Dengan melakukan usability testing sederhana dan konsisten, mahasiswa dan pengembang pemula dapat menciptakan sistem yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pengguna, sejalan dengan nilai-nilai pembelajaran IMK di Universitas Muhammadiyah Riau (Preece et al., 2015).


Artikel ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Riau.
Informasi lebih lanjut mengenai Universitas Muhammadiyah Riau dapat diakses melalui
https://www.umri.ac.id


Referensi

ISO. (2018). ISO 9241-11: Ergonomics of human-system interaction — Usability. International Organization for Standardization.

Krug, S. (2014). Don’t Make Me Think, Revisited. New Riders.

Nielsen, J. (2000). Why You Only Need to Test with 5 Users. Nielsen Norman Group.

Nielsen, J. (2012). Usability 101: Introduction to Usability. Nielsen Norman Group.

Nielsen Norman Group. (2020). Unmoderated Usability Testing.

Preece, J., Rogers, Y., & Sharp, H. (2015). Interaction Design: Beyond Human-Computer Interaction. Wiley.

Rubin, J., & Chisnell, D. (2008). Handbook of Usability Testing. Wiley.